MOTIVASI
1. Level 0. Amotivated
Untuk yang level 0 ini, nggak perlu dibahas lah ya. Ini level paling rendah, kondisi di mana lo tidak termotivasi untuk belajar.
2. Level 1. External
Contoh motivasi eksternal itu adalah, "Gue mau belajar karena gue akan dikasih duit sama orang tua gue". Dorongan utama motivasi eksternal ini adalah reward dari luar, biasanya rewardnya ini nggak ada hubungannya sama sekali dengan belajarnya itu sendiri. Motivasi jenis ini merupakan motivasi yang paling membutuhkan kontrol dari luar: Butuh ada orang yang "nyogok" lu untuk belajar supaya lu mau belajar. Tingkat otonominya paling rendah.
3. Level 2. Introjected
Contoh motivasi jenis ini adalah, "Gue mau belajar demi orang tua gue". Pernah nggak sih lo dikasih motivasi dengan diomongin gini: Bayangin orang tua lo udah ngelahirin elu, ngerawat lu dari kecil sampe sekarang, ngasih makan, bawa lo ke sekolah biar pinter, dll. Mereka pasti pengen lo lulus, masuk PTN yang bagus, dll.
Pada level ini, alasan lo belajar adalah untuk orang lain, bukan untuk diri lo sendiri. Jadi, masih membutuhkan kontrol dari luar, meskipun nggak setinggi Motivasi Eksternal (level 1). Tingkat otonominya sudah mulai ada sedikit.
4. Level 3. Identified
Pada level ini, lo udah bisa melakukan identifikasi bahwa apa yang lo pelajari itu berkorelasi langsung dengan nilai lo di sekolah. Jadi kalau lo belajar supaya dapet nilai yang bagus atau dapet ranking, lo udah ngerasain motivasi level ini.
Di level ini, lo udah belajar untuk diri lo sendiri. Kontrol dari luar sudah berkurang dibanding level 2, tapi masih ada: nilai atau ranking.
5. Level 4. Integrated
Di level ini, lo bisa melihat lebih jauh lagi tujuan lo belajar: Lo belajar karena pengen jadi ilmuan/dokter/pelukis/koki/dll, karena pelajaran ini nanti berguna buat karir lo, pengen pinter, pengen berguna buat masyarakat, dll.
Motivasi level 1 sampai level 4 ini adalah motivasi ekstrinsik, di mana lo termotivasi untuk belajar karena sesuatu di luar belajar itu sendiri. Di antara motivasi ekstrinsik lainnya, Integrated (level 4) ini adalah bentuk motivasi yang paling sedikit membutuhkan kontrol dari luar. Lo udah punya kesadaran sendiri tentang kenapa lo pengen belajar, sehingga tingkat otonominya juga lebih tinggi dibanding level 1-3.
6. Level 5. Intrinsic
Nah, jenis motivasi intrinsik ini lah yang tingkat otonominya paling tinggi, dia nggak membutuhkan kontrol dari luar. Karena di level ini, lo ngerasain bahwa belajar itu fun, bikin lo seneng banget ketika lo bener-bener ngerti sama apa yang dipelajari.
Lo bayangin the best game yang pernah lo mainin. FIFA? PES? Angry Birds? DOTA? GTA? Catur? Silent Hill? Kenapa lo termotivasi banget main itu semua? Padahal, lo nggak diiming-iming sama nilai, nggak dikasih duit juga untuk main game-game itu, lo main game juga bukan demi orang tua lo, dll. Pokoknya lo pengen aja main game itu karena: fun. Nah, sebenernya dari mana sumber “fun”-nya ini? Pertama, lo melakukannya karena nggak ada paksaan dari luar. Selain itu, ini yang sangat penting, lo ngerasa ketika lo main game tersebut, lo bisa ngelewatin berbagai challenge yang ada di situ.
Dalam belajar, ini juga bisa terjadi. Kalau dorongan belajar lo itu muncul dari dalam, justru mungkin banget lo ngerasa kalau belajar itu “fun”. Reward dalam belajar itu yang paling kuat itu bukan ketika kita dapet nilai 100 di sekolah. Reward dalam belajar itu adalah ketika lo bisa bilang “Anjir gue ngerti banget konsepnya!!!”.
cr : https://www.zenius.net
kalian cobain deh itu semua, yang dibilang diatas itu bener banget. tapi kok gue semangat belajarnya cuma pas keinget artikel ini doang yah, mungkin emang guenya aja kaliya yang terlalu malas. Padahal kalo serius ngejalaninnya pasti bakal kerasa banget hasilnya. Yang pasti sih kalian jangan selau berfikiran kalo motivasi itu datangnya dari pacar atau karna diiming-imingi hadiah oleh orang tua.

Komentar
Posting Komentar